Langsung ke konten utama

Pengalaman Liburan Ke Semarang 3Hari 2Malam (Part 2)


Haiiii balik lagi sama manda, masih pengen ngelanjutin cerita yang sebelumnya tentang Pengalaman Liburan Ke Semarang 3Hari 2Malam (1) sebelumnya saya mengingatkan bahwa hari kedua ini berisi banyak foto jadi kalo bosen bisa di skip aja bacanya. Oke langsung aja, jadi pada hari kedua saya dan temen saya di semarang, kami langsung memanfaatkan waktu yang ada, Karena cuma hari kedua ini kami full seharian di semarang dan besoknya udah bakal balik ke jakarta. Pagi itu kami sudah bangun dan rapih-rapih untuk berangkat ke lawang sewu, kami berencana untuk naik BRT. Dengan tarif Rp. 3.500/orang, kita sudah bisa menaiki trans semarang ini, untuk membeli tiketnya dilakukan di dalam busnya nanti keneknya akan menagih dan menyerahkan tiket yang di printnya tersebut kepada kita, saran saya sediakan uang pas agar tidak menyulitkan petugasnya, karena kami baru pertama kali naik BRT jadilah saya bertanya dulu untuk turun di lawang sewu bagaimana, lalu petugasnya menyarankan untuk turun di halte lanjutnya. berikut saya tampilkan gambar yang saya cari google dan rutenya :
Hasil gambar untuk gambar brt semarang
Rute BRT Semarang
Hasil gambar untuk gambar brt semarang
Contoh Gambar BRT

Setelah sampai di halte yang di tuju saya jalan kaki menyusuri trotoar kota semarang ke arah lawang sewu, karena halte terdekat dari lawang sewu hanya itu namun lumayan jauh dari lawang sewu. Hal ini membuat saya sempat mengabadikan satu foto saat duduk di bangku-bangku yang di sediakan di sepanjang trotoar. Hal yang membuat saya takjub dengan semarang adalah kebersihannya, disejauh mata memandang tidak ada sampah yang berserakan di jalanan, woooow, good job semarang.


Kami sampai di lawang sewu dan langsung membeli tiket tanpa pemandu dengan tarif Rp.10.000,-/orang. Hari itu lawang sewu cukup ramai karena weekend. jadi untuk mencari spot foto harus saling tunggu menunggu. Kami berhasil mengelilingi lawang sewu hanya saja kami tidak masuk ke penjara bawah tanah dan loteng, karena kami belum cukup berani untuk kesana, hehehehe. berikut beberapa foto yang saya abadikan disana :

eh ada yang ikutan

didalam salah satu ruangan lawang sewu

disalah satu koridor

pohon besar di tengah lawang sewu

candid ala-ala
Setelah puas berkeliling lawang sewu tanpa menghitung jumlah pintu-pintunya hehehe, kami lanjut kekampung pelangi menggunakan grab, maaf lagi-lagi kami memilih naik grab, seharusnya saya sudah menjadi duta grab sekarang hahahaha. Tarif grabcar kesana sekitar Rp. 10.000,-  Dikampung pelangi kami berhenti di gapura yang menjual berbagai macam bunga, untuk masuk kedalam kampungnya kita bisa masuk dari gapura mana saja, begitu pun turunnya, tidak ada biaya yang dikenai disini, tapi setidaknya kita memberikan sedikit tanda terima kasih. Kampung ini cukup amat tinggi menurut saya, walaupun di sediakan tangga agar lebih mudah naik tapi tetap saja menurut saya ini tinggi sekali, salah melangkah bisa kepleset, saran saya lihat petunjuk yang di tempel oleh warga sekitar jika harus berpegangan maka harus karena mungkin jalannya sangat licin. Tapi sejauh mata memandang kita bisa melihat berbagai rumah dicet warna-warni. Baik tembok, jalanan, sampai atap semua berwarna-warni. Tidak harus penggemar seni saja yang harus mampir kesini, tapi bagi yang penggila hunting spot-spot unik untuk sosial medianya juga langsung jatuh cinta karena banyak sekali spot-spot yang di sediakan warga kampung pelangi. Saya pun tidak mau kalah untuk foto di sepanjang jalan kampung pelangi.

Kali depan kampung pelangi

Kali depan kampung pelangi

ngaca

bale-bale

pemandangan dari atas kampung pelangi

gapura saat keluar dari kampung pelangi

tangga

aspal warna-warni
Sekitar jam 11 siang kami turun dari kampung pelangi yang cukup ekstrim itu, kami juga sempat membuat video dokumentasi Rasanya Turun dari kampung pelangi, semarang. Sampai di bawah kami memesan grab car lagi dan langsung menuju, klenteng sam poo kong. Tarifnya sekitar Rp. 13.000,-. 

Tarif untuk masuk klenteng sam poo kong sekitar Rp. 8.000,-/orang tapi untuk masuk kedalam tempat ibadahnya kita harus menambah biaya sebesar Rp. 20.000, namun saya dan teman saya memilih hanya masuk pelataran klenteng saja. karena niat kita dari awal hanya foto-foto hehehe.
Foto disana berasa foto di china karena nuansanya merah-merah.

halamannya klenteng

serasa di luar negeri

Klenteng








detailnya sangat indah


Tidak lama didalam klenteng sam poo kong kami jalan keluar dari sam poo kong, karena sudah jam 12 siang kami berniat untuk cari makan, di luar klenteng banyak jajanan kaki lima yang cukup standar harganya. karena kami sama-sama suka mie ayam jadilah beli mie ayam sekitar 12 ribu tanpa baso.

Setelah selesai kami memesan lagi grab car, lumayan ya bolak-balik naik grab car, jangan ditiru karena males naik angkutan umum jadi yang praktis naik yang online aja hehehe, tujuan selanjutnya yaitu Museum Ronggowarsita, tiket masuknya Rp. 4000,-/orang, saat itu sebelah museum sedang dipakai acara resepsi gitu jadi museumnya sepi banget dan kurang penerangan. Isi dari museum ini adalah tentang sejarah kota jawa gitu dari gunung merapi, candi, sampai contoh-contoh kerangka manusia purba. Awal masuk saya biasa aja, saya mengeluarkan tripod dan masang kamera karena balik lagi tujuan kami hanya foto-foto saat itu ada salah satu contoh kerangka gajah yang besar banget, teman saya pun menyuruh fotoin, yaudah saya fotoin, satu dua kali lancar tapi tiba-tiba kameranya menangkap fotonya lama bahkan sudah saya pencet masih belum menangkap gambar, saya pikir oh karena minimnya cahaya, yasudah kami tukeran foto, tapi hal yang sama terjadi lagi gambar yang dihasilkan blur, saya sudah firasat buruk, jadi saya mengajak teman saya untuk pindah dari spot tersebut, lanjut kami melintasi ornamen-ornamen tentang zaman purba, saya sempat kaget saat melihat kerangka manusia purba yang saya kira manusia, tapi saya stay cool aja, sampai di suatu spot dimana ada miniatur candi borobudur yang membuat saya kaget dan mengajak teman saya untuk keluar dari ruangan tersebut. Kamar mandinya pun jorok dan kotor, engga tau karena lagi dipakai acara resepsi atau memang tidak terawat. Saya cukup takut untuk melanjutkan menyusuri museum tersebut dan memutuskan untuk pindah ketujuan selanjutnya, berikut beberapa foto yang sempat saya ambil sebelum akhirnya kabur meninggalkan museum tersebut.

kerangka kerangka

masuk museum



patung gajah

mulai ngeblur
masih ngeblur

cuma ini yang sedikit fokus

Lanjut dari meseum tersebut, kita menuju kota lama karena penasaraan dengan gereja blenduk dan suasana kota jaman dulu yang ada di semarang. awalnya mesen grab tapi pas lihat tarifnya Rp.22.000,- kami membatalkan dan mencoba pakai aplikasi online yang lain yaitu go car dan tarifnya Rp. 11.000,- akhirnya kami memesan gocar, gimana mau jadi duta grab kalo harga mahal dikit langsung pindah ke lain hati :D. Saat itu jalan di kota lama sedang ada perbaikan alias galian di kiri kanan jalannya, cukup menyulitkan untuk dilalui oleh 2 mobil. Kami turun di taman sri gunting, sebelahan dengan gereja bledug. Taman sri gunting saat itu tidak terlalu ramai, tapi kata bapak gocarnya bakal ramai di malam harinya banyak lampu warna-warni. Kami tidak bisa masuk kedalam gereja bledug, jadi kami memutuskan untuk keliling-keliling sekitaran kota lama aja, sambil hunting foto-foto di sudut kota lama yang masih klasik banget. 












sekitar pukul 4 sore kami memutuskan untuk kembali kepenginapan dikarenakan memory kamera si nia penuh jadi harus memindahkan beberapa foto dulu, jadilah kami pulang, walaupun alasan sebenarnya kami udah pegel dan capek seharian. 

setelah istirahat kami balik lagi ke kota lama sambil cari makan malam, kami naik BRT untuk menghemat ongkos, kami turun di halte deket tawang kalau tidak salah, lalu jalan kaki di kekota lama, soalnya kata kenek BRTnya turun di halte kota lama gelap dan bahaya, yaudah nurut aja. kami sempat foto didepan pabrik rokok 






Kami menelusuri gang-gang di belakang pabrik rokok ini dan sampai di taman sri gunting lagi, tiba-tiba hujan turun cukup besar, dan kebetulan kami tidak membawa payung, karena kami pikir ga bakal ujan taunya malemnya ujan gedek banget hehehehe kami neduh di bangunan tua yang terasnya cukup besar, banyak juga yang neduh, jadi kami berani neduh. Agak creepy dan saya sempat mengabadikannya.

teras tempat kami neduh

depan bangunan tempat kita neduh

saat hujan turun

setelah hujan reda, kami berjalan kearah old city tempat foto 3d itu loh, kami tidak masuk hanya berfoto di luarnya saja, lalu bertemu mahasiswa yang menjual susu untuk tugas kampusnya, dan kami beli sambil di bawa jalan-jalan, kami bertemu pengamen angklung yang seru abis.











setelah itu kami jalan ke arah taman sri gunting, bener kata orang di taman sri gunting ramai seperti pasar malem. kami sempat melihat-lihat pasar yang menjual barang antik seperti koper kamera dll. tapi kami tidak berniat untuk membelinya hehehe. begini foto-fotonya :











Kami makan nasi padang disekitar kota lama yang harganya cukup murah. Setelah itu kami balik ke gang yang ada disekitar kota lama kearah pulang. lalu kami menemukan spot foto yang bagus dan sepi tidak seperti di taman sri gunting, awal foto lancar, seperti yang di museum waktu itu lagi-lagi kamera mulai ngeblur dan memproses hasil foto lama, padahal sebelumnya lancar-lancar, mulai parno dan memutuskan untuk pindah, dan jalan ke arah depan, kami menemukan tempat teater terbuka yang kalo kita bicara di tengah akan bergema, lagi asik-asik berfoto tiba-tiba perasaan saya tidak enak, dari arah belakang saya terdengar jelas sekali di kuping saya ada suara ketawa yang cukup nyaring, dari sosok yang tidak asing lagi yaitu Tante K. Saya langsung mengajak si nia untuk pergi dan balik ke penginapan.

spot pertama saat kamera mulai blur

spot 1

spot 2 saat mendengar suara ketawa

tampak samping teater
Hari kedua selesai dengan berbagai macam keanehan yang kami dapat tapi tidak membuat kita takut dan lantas pulang, karena esok harinya kami balik lagi ke kota lama dan mampir di pasar makan nasi goreng. setelah itu mencari oleh-oleh di sekitaran kota lama, dan packing lanjut ke stasiun dan pulang ke jakarta.

saran di hari kedua di semarang :
1. Jangan lupa baca doa sebelum mampir ketempat asing (ini penting)
2. Coba naik transportasi umum agar lebih hemat.
3. Jangan lupa sedia payung karena hujan turun ga bilang-bilang
4. Harus liburan seminggu biar puas dan engga di paksain kesemua tempat kaya kami hehehe
5. Kalo bisa coba juga wisata alam yang ada di semarang, yang bagus-bagus, karena kami tidak sempat datangi. 

sekian dari saya kalo kalian suka jangan lupa share lagi ke teman-teman, kali aja butuh buat referensi liburan di semarang singkat kaya saya. Jika ada tempat dan lokasi yang salah saya sebut saya mohon maaf. bye

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Sih Kerjaan Pultol / Petugas Tol ?

    Assalamualaikum selamat malam menjelang pagi, akhirnya bisa ngeblog lagi seminggu kemaren UTS. sebenernya ga fokus-fokus amat sih sama UTSnya cuma merasa berdosa aja kalo buka-buka laptop, padahal si UTSnya juga bodo amat sama gue hahaha, udahlah pokoknya UTS gue syudah kelar dan sekarang waktunya nyantai lagi.      Hai-hai gue kemaren janji mau ceritain tentang kerjaan gue yang masih asing ditelinga banyak orang. yups PULTOL,  Apa sih pultol ? pengumpul botol ? apa pengumpul pentol ? hahaha.      Pengumpul tol biasa disebut pultol adalah orang yang kerjaannya ngumpulin pajak orang yang lewat jalan tol, (ini definisi menurut seorang manda loh kalo salah mohon dimaaf keun). jadi tol itukan singkatan dari tax on location yaitu pajak yang dibayarkan di tempat. nah jadi gue saya aku ini kerjaannya duduk didalem kotak kecil dan malangin jalan, kurang kerjaan ga sih, gajelas banget sih. tapi sebenernya kerjaan gue itu asik banget dan ra...

Pentingkah Tidur Siang Di Kantor ?

Assalamualaikum.      Hai blogger friends, welcome back in my blog. Bagaimana harimu ? semoga menyenangkan. setelah kemaren aku rehat sejenak dari rutinitas kerja dan kuliah malam, akhirnya aku kembali lagi, jadi maaf baru sempet berbagi nulis lagi hahaha. Sebelumnya aku mau bilang kalo sekarang manda bakal pake sebutan aku diblog ini. Bukan maksud untuk terlihat lebih baik, tapi karena berbagai pertimbangan, yang sebelumnya manda lebih sering nulis puisi dan beberapa sajak, menggunakan kata aku dari pada gue, jadilah kalo manda mulai ngetik jadi belibet, bentar-bentar di hapus, bentar-bentar di edit. So, akhirnya manda putusin buat balik lagi pake kata aku ya, tapi kalian engga usah khawatir, manda masih asik-asik aja mamen hahaha, intinya manda engga sekaku itu ya guys.      Yaudah kita mulai aja ya, hari ini manda mau berbagi sedikit tentang manfaat tidur siang saat jam istirahat di kantor. menurut kalian gimana tentang fasilitas bobo siang dikanto...

Pengalaman Petugas Tol ketemu Pengguna Jalan Tol

      Assalamualaikum, selamat siang, pasti ada yang lagi nonton uttaran, hahaha film india sebangsa tersanjung yang engga ada abisnya dari dia kecil sampai dia punya cucu yang bakal punya anak kecil lagi, kok kesannya gue jadi yang paling hapal ya -___-  dung tara rara dung tara rara dung ya ampun bantu kami dewa, (kok jadi bahas uttaran terus sih) ini akibat keracunan film india yang engga berhenti henti disiarin di channel itu, dan sedihnya gue mau engga mau harus ikut nonton karena remotnye sama si emak, dari pada dibagel remot yakan.       Sudah-sudah hari ini gue mau cerita sedikit tentang pengalaman gue ketemu banyak orang dijalan tol, kalian tahu ketemu banyak orang itu seru, banget, degdegan bahkan bisa bikin gue panik engga jelas gitu, gue banyak ketemu artis, dari soleh solihun, nirina zubir sampai ivan gunawan dan masih banyak yang lain, hal yang bisa diambil dari ketemunya mereka itu gue jadi tau mereka itu biasa aja, engga wow b...